Senin, 08 Juni 2009

PEMILIHAN KARIR SESUAI DENGAN POTENSI YANG DIMILIKI


Oleh : Maulida Unzilatinnur     061042440032

Setiap hari, di seluruh dunia, jutaan orang harus bekerja atau sekolah. Beberapa diantaranya mungkin merasa sangat exciting dengan pekerjaannya dan selalu merasa tertantang. Namun sebagian lagi mungkin merasa frustrasi, tidak bersemangat, tidak produktif dan merasa bahwa pekerjaan merupakan beban berat yang harus dipikul seumur hidup. Tidak jarang individu yang demikian mengalami stress kerja, hilang rasa percaya diri, dan gonta-ganti karir hampir sepanjang masa produktifnya.

Dengan begitu banyak ragam karir atau pekerjaan yang ada saat ini tidak jarang individu mengalami kebimbangan untuk memilih mana yang terbaik bagi dirinya. Hal ini sangatlah beralasan dan tepat mengingat bahwa sekali seseorang sudah memutuskan karir yang akan ditekuninya maka ia harus memiliki komitmen untuk menjalankan keputusan tersebut untuk waktu yang tidak bisa ditentukan. Performa kerja seseorang dipengaruhi bukan saja oleh pengetahuan dan keahlian atau ketrampilannya tetapi juga faktor-faktor kepribadian. Pemilihan karir yang tepat (sesuai dengan minat, bakat dan kepribadian) akan membuat seseorang mampu mengembangkan karir dan dirinya sendiri secara optimal. Hal tersebut berarti bahwa individu harus terlebih dahulu memahami dengan pasti siapa dirinya, bagaimana "work style" yang sesuai baginya dan bagaimana ia bisa berinteraksi dengan efektif dengan orang lain serta bagaimana caranya mengekspresikan semua potensi yang dimiliki sehingga dapat bekerja dengan cara-cara yang menyenangkan dan efektif. Namun demikian permasalahan yang muncul adalah sering kali kita bingung mau memilih yang mana, ragu bahakan sama sekali blank tidak punya pilihan apa-apa. Atau mungkin juga tahu mau memilih apa, tetapi merasa tidak berbakat dibidang itu.

Ada beberapa hal yang perlu di perhatikan agar bisa membuat pilihan yang bijaksana diantaranya :

1. Pemahaman tentang diri sendiri.
Bakat yang dimiliki, kemampuan-kemampuan, minat atau kesukaan, ambisi atau cita-cita, sumber daya, keterbatasan atau hambatan-hambaan da penyebab-penyebabnya.

2. Pemahaman tentang aneka macam pekerjaan yang ada.
Apa saja persyaratan atau kemampuan yang diperlukan dalam pekerjaan itu, keuntungan dan kerugiannya, imbalannya, kesempatan dan prosespeknya, dikemudian hari.

3. Kecocokan antara keduanya
Perpaduan antara pemahaman tentang diri sendiri dan pemahaman tentang aneka macam pekerjaan yang ada sehingga lebih mudah untuk dapat memilih karier yang cocok pada diri kita.

Untuk bisa memahami diri sendiri :

Langkah pertama, Dapat dilakukan dengan mencemati diri sendiri, misalnya dengan mengingat-ingat pengalaman yang dialami yang bisa menunjukkan bagaimana dengan pengalaman tersebut. Atau dapat juga dilakukan dengan bertanya pada orang lain atau orang disekitar kita tentang apa yang dilihat yang ada pada diri kita sendiri. Selain itu, memahami diri juga dapat dengan mengikuti tes minat dan bakat yang bisa mengukur apa minat dan bakat-bakat yang ada pada diri sendiri.

Langkah kedua, Mencari tahu tentang berbagai jurusan pendidikan atau bidang pekerjaan yang ada. Hal ini bisa dilakukan dengan bertanya pada orang lain yang tahu atau yang berkecimpung dibidangnya. Dapat juga bersosialisasi dengan guru pembimbing disekolah mengenai pilihan karier. Cara lain adalah dengan banyak membaca dan mencari tahu, informasi dari media massa.

Langkah ketiga, Mencocokkan antara apa yang ada pada diri sendiri dengan tuntunan bidang atau pekerjaan yang ada. Mempertimbangkan alas an –alasan yang tepat yang menghubungkan antara kedua hal tersebut. Jangan sampai kelihatan bergengsi tapi ternyata tidak cocok atau sesuai dengan minat dan kemampuan kita.


Daftar Pustaka
Johanes Papu.2003. Kategori organisasi Industri
Modul bimbingan karir.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar